Hikayat Tukang Andong dan Handphone



Era globalisasi saat ini sudah sedemikian rupa membuat komunikasi masyarakat lebih mudah. Kecanggihan teknologi menjadi 'penolong' untuk akses informasi dengan lebih cepat, mudah dan terjangkau. Pantaslah Marshal McLuhan pada tahun 1950-an mengeluarkan teori mengenai Global Village. Ya, sederhananya bahwa McLuhan saat itu memprediksikan dunia akan seperti sebuah pedesaan karena gaya berkomunikasi yang lebih cepat sehingga informasi dapat diketahui oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia. Ya analoginya kalau informasi di desa itu kan lebih cepat menyebar tanpa harus menggunakan infotainment menggunakan info temen :D
Apa yang salah kalau tukang andong punya HP. tidak ada yang salah. Bahkan tukang ojek, tukang becak, office boy menggunakan HP. Semua memiliki hak untuk memiliki properti. Namun, dampak positif, dengan bermunculannya provider selular yang berlomba-lomba memasang tarif murah dan produksi HP yang beragam dari yang murah hingga yang mahal memudahkan komunikasi.
Membutuhkan jasa pijit, tinggal sms atau telepon nomor HP tukang pijit. Nah, saya kadang-kadang menggunakan ojek. Menggunakan ojek kalau macet yang mengganas, pulang kerja malam. Dengan mudah saya tinggal telepon pak ojek, pa ojek siap mengantar. Urusan nawar harga jasa ojek, saya tidak berani nawar yang terlalu murah. Wong mereka juga cari makan, coba kalo kita kerja minta gaji aja bisa nawar (walaupun tidak semua bisa ditawar).Yah semua juga sama-sama cari makan. Jadi inget tausiyah AA Gym, jangan menawar terlalu rendah, itu rejeki dari Allah, kalau harus keluar dari uang kita, berarti harta kita sebenarnya bukan mutlak milik kita, milik yang lain juga.
Loh ko jadi ngomongin tausiyah, yah intinya handphone saat ini bukan lagi barang mewah tapi jadi kebutuhan.

Komentar

Postingan Populer